Selamat Datang di
PLatinum Abadi dan EMAS logam mulia ( gold dust atau gold powder)

Anggota Gratis
PLatinum Abadi dan EMAS logam mulia ( gold dust atau gold powder)
PLatinum Abadi dan EMAS logam mulia ( gold dust atau gold powder)
Indonesia
Info Perusahaan
Hubungi Kami
Bagi pengalaman anda
Bahasa
Info Perusahaan
 
Rata-rata Tinjauan Pemakai Tidak ada ulasan untuk perusahaan ini - Menulis tinjauan
 
   Tanggal Bergabung: 11 Dec. 2009

   Terakhir Diperbarui:

14 Mar. 2010
 
Korespondensi Perusahaan
   Nama: Tn. Ardi [Direktur/CEO/Manajer Umum]
   E-mail: lazuardi.nasution@gmail.com
   Situs Web: http://www.platinum.matthey.com/ media-room/ frequently-asked-questions/ i-have-heard-that-some-counterfeit-johnson-matthey-platinum-bars-are-in-circulation-is-this-true/    
   Alamat: jl. M.I Ridwan Rais
Jakarta 10110, Jakarta
Indonesia

Sifat Dasar Usaha: Dagang dari kategori Mineral & Logam

Penjelasan Ringkas

Apa bila anda ingin menjual platinum silahkan melalui jalur kami mengingat banyak kasus penipuan emas dan platinum akhir-akhir ini.

Kami adalah representative dari perusahaan emas ( emas batangan atau pasir emas ) dan platinum terkuat dan terbesar di Dubai dan Eropa. Perusahaan kami bergerak dibidang peleburan emas dan platinum sampai menjadi produk sesui pesanan maupun koin khusus negara Uni Eropa.

Kami membeli Platinum dengan ukuran 8x6x1 dengan disertai hasil lab dari Sucofindo atau Badan Tenaga Nuklir Nasional ( BATAN) yang asli ! ! ! . Disamping itu kami juga menerima berbagai bentuk dan jenis Platinum baik berbentuk barang jadi atau setengah jadi, asalkan barang tersebut memiliki unsur platinum didalamnya. Kami menerima seluruh barang dalam jumlah tak terbatas… ..

Metode pengiriman barang menggunakan Fedex dengan biaya ditanggung oleh representative perusahaan di Indonesia ( kami sendiri) . Proses pembayaran dilakukan 6 hari kerja dari tanggal pengiriman barang. Harga yang kami tawarkan US$ 40 dollar pergram atau US$ 40 ribu perkilo… .YANG PENTING DAN PERLU DI INGAT! ! ! HARGA BERDASARKAN PROSENTASE KANDUNGAN PLATINUM YANG TERDAPAT DALAM LOGAM, BUKAN BERDASARKAN BERAT BARANG TERSEBUT SECARA KESELURUHAN…

Mengenai Emas Batangan atau pasir Emas kami membeli dalam jumlah tak terbatas bahkan ton-ton-an. Prosedur hampir sama, tapi barang contoh minimal 5 kilo dibawa ke Dubai dan Eropa di ikuti oleh penjual dan representative. Seluruh biaya perjalanan juga dibiayai oleh perusahaan di Dubai dan Eropa. Harga yang kami minta minus tiga ( -3) dari harga London Bullion Market Association ( LBMA) atau -3 dibawah harga pasar.

Kami tidak pernah meminta dan menyarankan ada kontrak dalam transaksi ini. Apabila Saudara kurang yakin dan prosedur tidak sesui dengan yang anda inginkan mohon jangan dilanjutkan! ! Silahkan cari buyer lain. trims

Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Lazuardi.nasution@ gmail.com

Sebagai informasi tambahan mengenai peredaran platinum palsu terbesar berasal dari Indonesia silahkan cek di Web Site JM ( Johnson Matthey)

------------------------------------------------------------------ ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------------

http: / / www.platinum.matthey.com/ media-room/ frequently-asked-questi ons/ i-have-heard-that-some-counterfeit-johnson-matthey-platinum-bars-are-in- circulation-is-this-true/

isi dari website tersebut saya rangkum sebagai berikut:

" Johnson Matthey recommends that you always purchase platinum products from a reputable source and that you always verify hallmarks and serial numbers wherever possible. A quick and very approximate test you can perform to check the genuineness of a platinum bar is to measure the dimensions of the piece in centimeters. Multiply together to give the volume. Multiply the volume by the density of platinum, 21.45 gm/ cc. This will give you the theoretical weight that the bar should be if it is really platinum. If the actual weight is less than 85% of theoretical it is probable that it is not platinum."

yang arti kasarnya seperti ini

" Matthey Johnson menyarankan agar Anda selalu membeli produk platinum dari sumber yang memiliki reputasi dan Anda selalu memeriksa tanda resmi dan nomor seri sedapat mungkin. Sebuah cara cepat dan sangat berperkiraan dapat anda lakukan, dengan melakukan tes untuk memeriksa keaslian batang platinum dengan mengukur dimensi dari batangan dalam sentimeter. Kalikan bersama-sama untuk memdapatkan volume. Kalikan volume dengan kerapatan platinum, 21: 45 gm / cc. Ini akan memberikan Anda perkiraan berat teoretis platinum batangan tersebut bila itu benar-benar platinum. Jika berat badan aktual lebih kecil daripada 85% dari teoritis maka kemungkinan besar itu bukan platinum. "

Johnson Matthey menyadari bahwa selama beberapa tahun ini ada banyak penipuan yang menawarkan dengan jumlah banyak dari yang disebut platina batangan dalam berbagai gaya, khususnya yang diproduksi oleh Johnson Matthey dengan logo tapal kuda terbalik. Biasanya para korban ( atau bahkan lelang ) berasal di Asia dan berpusat di sekitar Indonesia. Tipe yang yang biasa dipakai adalah " tapal kuda" api dan AZL18.

Tidak mungkin untuk secara akurat memperkirakan jumlah batangan " tapal kuda" di sirkulasi. Namun, kuantiti batangan yang ditawarkan biasanya tidak sebanding dengan jumlah platinum yang ada. Umumnya mereka menawarkan dengan jumlah puluhan, ratusan atau bahkan ribuan ton. Biasanya penawaran berasal dari pedagang kecil atau seseorang yang asing dengan logam mulia atau platinum. Sertifikat Palsu, yang berkualitas rendah dan terlihat amatir.

Setiap kali Johnson Matthey memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan fisik dari jenis batangan palsu, mereka selalu dibuat dari logam, yang biasanya, High grade stainless steel. Tingkat keterampilan teknis pembuatan yang ditunjukkan dalam bar ini patut dipertanyakan."

* informasi lain dari harian suara merdeka mengenai penipuan platinum dan emas

---------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- ----------------------------

http: / / www.suaramerdeka.com/ cybernews/ harian/ 0708/ 28/ dar14a.htm

isi dari harian tersebut adalah sebagai berikut:

Jual " Emas Batangan" Palsu, Udin Ditangkap

EMAS PALSU: Udin Alamin memperlihatkan puluhan batang emas palsu yang ternyata hanyalah besi putih. Udin ditangkap petugas Unit Ranmor Polres Semarang Barat dengan jeratan penipuan ( foto: SM CyberNews/ fahmi zm/ Cn07)
Semarang, CyberNews. Udin Alamin ( 43) warga Perumahan Pasadena Jl Candi Mutiara Raya D24, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, ditangkap petugas Unit Ranmor Polres Semarang Barat dengan tuduhan melakukan penipuan.
Tersangka yang setiap harinya mengaku punya usaha jual beli barang antik itu, diringkus karena terlibat penipuan.

Kepada korbannya, Samudiyusi ( 27) warga RT 15 RW 4, Kampung Sungai Tabuk, Banjamarsin, dan Ali Amirudin ( 38) warga RT 16 RW 6, Trenggulung Candi, Sidoarjo, tersangka menjual emas batangan satunya seharga Rp 150.000.

Ternyata, setelah diteliti lebih jauh, emas batangan tersebut tak lebih hanya besi putih yang dilapisi kuningan. Padahal, tersangka sebelumnya cukup meyakinkan mengatakan, emas batangan tersebut kalau dijual perbatangnya bisa laku hingga Rp 250 juta.

Dari rumah korban, polisi menyita sekitar 100 batang emas palsu dan ratusan uang kuno yang kini dijadikan barang bukti. " Saya tidak pernah mengatakan barang itu emas tapi platinum. Mereka ( korban-Red) saja yang percaya kalau itu emas, " kilah Udin saat dimintai keterangan Kanit Ranmor Polres Semarang Barat, Ipda Yulmulyadi SH, Selasa ( 28/ 8) .

Menurut tersangka, barang itu dibeli di sebuah toko dekat Stasiun Jatinegara, Jakarta. Dia membeli satu batangnya seharga Rp 100.000. Oleh tersangka, barang itu dia jual kembali dengan harga Rp 150.000.

Tersangka lantas mencari calon pembeli sembari menyebarkan cerita, kalau barang itu bisa dihargai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta.

Samsudin dan Ali Amirudin yang berkenalan dengan tersangka di Cirebon akhir bulan lalu, kepincut dengan tawaran tersangka. Terlebih setelah tersangka mengungkapkan, ada seorang pengusaha asal Semarang yang hendak membeli batangan emas itu dengan harga Rp 150 juta.

Untuk Beli Beras

Bahkan untuk meyakinkan, Udin mengajak kedua korban menginap di rumahnya. Samsudiyusi pun menyerahkan Rp 4, 5 juta untuk tiga puluh batang emas palsu. Uang itu diminta di awal perjanjian dan tersangka berdalih akan ke Jakarta mengambil emas batangan tersebut.

" Uang itu bukan untuk saya pribadi. Tetapi untuk membeli beras yang nantinya akan saya bagikan kepada fakir miskin. Saya sifatnya hanya membantu saja, " dalih Udin.

Rupanya itu hanya akal-akalan saja. Sebab selain beras yang dimaksud juga tak jelas juntrungannya, korban juga merasa diperdaya tersangka.

Batangan yang semula dikira emas ternyata hanya besi putih. Sepintas berat dan bentuknya menyerupai emas. Hal itu dikarenakan besi tersebut dimasukkan ke dalam kuningan. Di lapisan kuningan itu juga terdapat tulisan dengan memakai bahasa inggris, mirip emas peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Pengusaha yang dijanjikan akan membeli barang itu juga tak ada kabarnya. Merasa dirinya ditipu, korban lantas melapor ke polisi.( fahmi zm/ Cn07 )

* Informasi lain mengenai penipuan platinum

------------------------------------------------------------------ ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------------

http: / / www.waspadamedan.com/ index.php? option= com_ content& view= arti cle& id= 4023: penyelundupan-platinum-senilai-rp12-m-digagalkan& catid= 36: sumut& Itemid= 106

isi dari berita tersebut adalah sebagai berikut:

Penyelundupan Platinum Senilai Rp1, 2 M Digagalkan
Ditulis oleh Siswoyo
Rabu, 30 September 2009 12: 45

TANJUNGBALAI ( Waspada) : Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai ( KPLP) Adpel Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, menggagalkan penyelundupan 4 batang platinum seberat 2 kilogram ke Malaysia, Selasa ( 29/ 9) .

Platinum emas putih senilai Rp1, 2 miliar itu, dibawa S bin M, 76, warga Malaysia dan Ros Br S, 57, warga Jalan HM Said, Kota Medan, dengan cara disembunyikan di saku celana.

Selain platinum asli berlogo JM ( Jonhson Matthey) , kedua tersangka juga membawa 68 batang platinum palsu yang dikemas di dalam kardus. Platinum asli dan palsu itu, rencananya akan dibawa dengan menumpang fery MV Aman I dari Pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai menuju Port Klang Malaysia.

Kepala Kantor Adpel Teluk Nibung Misdja Pitna didampingi staf R Sihotang mengatakan, petugas berhasil membongkar usaha penyelundupan itu karena teknik profiling, yakni mengawasi gerak-gerik para penumpang yang baru turun maupun akan naik ke feri.

" Gerak-gerik kedua tersangka mencurigakan, sehingga petugas KPLP terus memantaunya sampai menuju feri, " jelas Misdja. Dan, saat itulah diduga gugup, bungkusan kardus yang dipegang tersangka R Br S terjatuh di lantai. Saat insiden itu tidak satupun petugas Bea Cukai di terminal penumpang pelabuhan, bahkan mesin X-Ray sama sekali tidak berfungsi.

Melihat kejadian itu, lanjut Misdja, petugas kemudian menahan kedua tersangka untuk memeriksa barang bawaannya. Dan, hasilnya, kata Misdja, di dalam bungkusan kardus yang dibawa kedua tersangka, ditemukan 68 batang platinum emas putih.

Pemeriksaan lebih lanjut di kantor Adpel Teluk Nibung, ditemukan lagi 4 batang platinum, 3 batang disembunyikan di saku tersangka S Bin M, dan selebihnya di saku R Br S. " Jadi totalnya 72 batang, " tambah Misdja.

Setelah diuji secara manual, ternyata dari puluhan batang platinum itu, hanya 4 batang asli emas putih, yakni yang disembunyikan di saku kedua tersangka. Selain menyita 4 batang platinum asli, dan 68 batang yang palsu, Adpel Teluk Nibung bersama Polres Tanjungbalai mengamankan barang bukti lainnya berupa 2 paspor dan 18 lembar uang RM 50, 10 lembar RM 100, 95 lembar RM 10, 6 lembar RM 5 dan 26 lembar RM 1.

Sementara tersangka S Bin M, mengaku sudah dua kali menyelundupkan platinum emas putih dari Indonesia ke Malaysia. Barang-barang itu, katanya, diperoleh dengan cara membeli kepada seorang pria di Kota Medan. " Di Malaysia, harganya senilai RM 130 ribu per batang, " ujar tersangka.

Setelah diproses di kantor Adpel Teluk Nibung, kedua tersangka bersama barang bukti 4 batang platinum asli dan 68 batang platinum palsu serta uang tunai, diserahkan ke petugas Bea Cukai Teluk Nibung. Penyerahan itu disaksikan Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai AKP Junianton Siahaan dan Kanit Reskrim Polsekta Teluk Nibung Iptu HE Sidauruk.( a37)

Waspada/ Rahmad F Siregar

PLATINUM: Petugas KPLP Adpel Teluk Nibung, menggagalkan penyelundupan 4 batang platinum seberat 2 kilogram ke Malaysia, Selasa ( 29/ 9) . Platinum emas putih senilai Rp1, 2 miliar itu, dicoba diselundupkan bersama 68 batang platinum palsu yang dikemas di dalam kardus.

Ingin menghubungi perusahaan ini?
lazuardi.nasution@gmail.com 
Permintaan Anda akan disimpan di "Surat Bisnis".




Membuat situs langsung jadi?
Silahkan Klik disini!